Senja penutup hari ini kan segera tiba, kembali aku memastikan bahagia itu apakah berseberang dengan duka, atau memang sudah membekas luka. Pada sebenarnya, bersedih bukanlah sebuah gaya bahasa, hanya saya sedang sedikit membuang pilu yang baru saja terdengar untuk ditinggal jauh di seberang pulau sana.
Pun bukan tentang harus bertahan kan?
Tapi bagaimana bisa terus beranjak meski terlihat perlahan.
Jangan terlalu larut untuk takut saya merasa sakit, karena saya pria yang akan segera bangkit.
Saya punya kedua kaki untuk bertumpu, bahkan bisa dipastikan ketika kamu bukan hanya satu, maka kelak kan terjawab untuk sebuah bahagia yang padu.
Jangan juga terlalu takut mengungkit kenangan indah nan bahagia, karena suatu saat itu juga patut menjadi obat ketika rindu sedia nyata.
Dari setiap pesan, kamu punya harapan dari setiap alasan, kenapa dari sepekan hanya ada banyak pertanyaan, sebenarnya hanya untuk berujung pada satu kepastian.
Sekarang saya jauh lebih yakin, akan langkah sebenarnya agar dapat menerangi gelap layaknya lilin, dan dapat bermanfaat dengan kepastian dalam langkah yang saya ingin.
Pun bukan tentang harus bertahan kan?
Tapi bagaimana bisa terus beranjak meski terlihat perlahan.
Jangan terlalu larut untuk takut saya merasa sakit, karena saya pria yang akan segera bangkit.
Saya punya kedua kaki untuk bertumpu, bahkan bisa dipastikan ketika kamu bukan hanya satu, maka kelak kan terjawab untuk sebuah bahagia yang padu.
Jangan juga terlalu takut mengungkit kenangan indah nan bahagia, karena suatu saat itu juga patut menjadi obat ketika rindu sedia nyata.
Dari setiap pesan, kamu punya harapan dari setiap alasan, kenapa dari sepekan hanya ada banyak pertanyaan, sebenarnya hanya untuk berujung pada satu kepastian.
Sekarang saya jauh lebih yakin, akan langkah sebenarnya agar dapat menerangi gelap layaknya lilin, dan dapat bermanfaat dengan kepastian dalam langkah yang saya ingin.






0 komentar:
Posting Komentar