Di sela-sela rindu aku menjadi tidak menentu, nyanyikan kisah gambaran cinta masa lalu, dan merusak tembok kokoh hati tanpa malu, bahkan sudah terlalu letih untuk mendayu.
Sebongkah kayu, rayap menjadi lebih cepat membuatnya enyah, lah aku terlalu lambat bahkan hanya untuk sekedar rasa yg seharusnya sudah punah. Serasa pasrah, seinginnya hanya mencoba tak menyentuh tanah. tapi gundah, segegabah memilih ranting hati mudah patah.
Rumit dan sulit kata yang tiba sekejadiannya berkelit. Jika dikaitkan luka dalam itu bahaya hingga menderit, maka luka dikulit itu lebih dari sekedar sakit bak terparit. Haruskah aku pamit (Lagi) (!?)
Sebongkah kayu, rayap menjadi lebih cepat membuatnya enyah, lah aku terlalu lambat bahkan hanya untuk sekedar rasa yg seharusnya sudah punah. Serasa pasrah, seinginnya hanya mencoba tak menyentuh tanah. tapi gundah, segegabah memilih ranting hati mudah patah.
Rumit dan sulit kata yang tiba sekejadiannya berkelit. Jika dikaitkan luka dalam itu bahaya hingga menderit, maka luka dikulit itu lebih dari sekedar sakit bak terparit. Haruskah aku pamit (Lagi) (!?)






0 komentar:
Posting Komentar