Setiap orang tentu mempunyai pilihan berdasarkan analisa atas karakteristik yang telah terbentuk oleh idealisme yang dimilikinya. Menurut Plato, Idealisme adalah dunia di dalam jiwa. Begitulah setiap orang yang memiliki idealisme membentuk karakteristik terhadap pilihan didalam kehidupannya.
Berbicara soal idealisme, pandangana dari suatu individu juga dipengaruhi oleh hal tersebut yang membuat seseorang mempunyai langkah tersendiri terhadap pilihannya. "PEMILU 2014" membuat saya kalang kabut menentukan suara terhadap dua Kandidat Capres dan Cawapres yang kedua-duanya bukanlah merupakan kriteria dari sosok pemimpin yang saya dambakan. Kali ini Indonesia diberikan dua pilihan saja, dan saya tidak pernah berpikir untuk menambah pilihan ke-tiga bagi diri saya, karena saya tahu bahwa GOLPUT bukanlah jawaban atau pun pilihan bagi setiap orang yang mengidamkan rekontruksi terhadap negerinya.
"1. Prabowo-Hatta VS 2. Jokowi-Kalla" kata-kata yang sering menghiasi redaksi dibeberapa media cetak serta media digital dalam negeri terpampang. Seperti yang saya katakan sebelumnya, ketika kalimat tersebut muncul tidak banyak gambaran yang saya miliki mengenai para Capres serta Cawapres, yang saya ketahui hanya JK pernah terlibat dalam perdamaian Aceh pada 15 Agustus 2005 di Helsinki dengan ditandatanganinya nota kesepahaman antara GAM dan RI. Oleh karena sebab itu sedikit Respect saya, saya berikan kepada JK hingga sempat suatu malam saya menyaksikan beberapa patah kata yang terlontar dari JK pada wawancara disebuah SiaranTelevisi Swasta mengenai pendapat beliau terhadap sosok Jokowi yang hendak naik menjadi Capres saat itu, dari yang saya saksikan bisa simpulkan bahwa JK memberikan pandangan serta komentar negatif kepada Jokowi untuk menuju kursi Presiden, dalam benak saya membenarkan perkataan JK tehadap Jokowi meninjau kinerja Gubernur Jakarta tersebut yang dulu sempat menggampangkan masalah banjir Jakarta dan hingga kini masalah gampang tersebut belum bisa teratasi.
14 Maret 2014 pukul 14.44 saya terkejut ternyata benar seperti rumor yang beredar selama ini mengenai JK adalah pendamping Jokowi pada Pemilu 9 Juli mendatangkan. Lantas, apa makna dari jawaban pak JK pada wawancara tadi???????
"Menjilat Ludah Sendiri" kesan pertama yang terpikirkan di otak saya mengenai orang yang sempat saya kagumkan tadi. Tapi saya yakin beliau mempunyai alasan tersendiri mengenai hal tersebut, hanya saja hati ini tidak menerima alasan apapun mengenai hal tersebut karena yang dijalankan nanti itu adalah Roda kepemimpinan yang tidak sama seperti hanya menjadi "Komting" dikelas kuliah untuk menjalankan tugas. Sikap, moral, akhlak atau apapun itu sangat menentukan nasib rakyatnya kelak , kawan!
Berawal dari hanya sekadar mencari tahu tentang Capres nomor urut satu, saya menemukan beberapa hal yang cocok diterima dalam jiwa saya dalam artian yang spesifik, bahwa hal tersebut sesuai dengan idealisme yang saya miliki, yaa saya tidak tahu dan tidak pernah membenarkan bahwa idealisme yang saya pelihara ini adalah yang paling benar. Hanya saja saya pernah belajar pelajaran P.K.N serta sejarah negeri ini, dan di dalam lingkungan keluarga pun saya dicamkan betul mengenai sikap yang baik untuk menjadi manusia yang baik serta taat pada agama dan berguna bagi bangsa.
Prabowo, sosok orang yang pernah melakukan pelanggaran HAM pada tahun 1998 dari apa yang saya pernah dengar. Menurut cerita orang tua jaman dulu, Prabowo telah berani menembak mati warga sipil yang tidak bersalah, dan menurut cerita orang tua jaman dulu lainnya mengatakan dengan bijak bahwa beliau itu hanyalah prajurit yang mempunyai atasannya. Dari beberapa jawaban tersebut, saya berpendapat bahwa; ketika ada orang yang lari maka ada orang yang mengejar, dengan kata lain sebuah alat negara seperti prajurit pastinya memiliki komando teratas yang memberikan perintah dan saya paham betul ketika perintah diturunkan maka prajurit hanya memiliki satu jawaban "Iya", bukan seperti halnya soal choice yang memiliki banyak jawaban "A.Iya - B.Tidak - C.Mungkin - D.Pikir-pikir dulu".
Soekarno adalah sosok pemimpin yang saya dambakan dari ketegasannya, dan saya melihat sosok itu pada diri Prabowo. Selain itu jika dibandingkan dengan Jokowi, Prabowo lebih mempunyai sifat Pemimpin dari pada Jokowi, dalam artian Jokowi lebih sebagai pengatur(Manager) dan Jokowi sosok orang yang mengambil keputusan(Leader). Pada Debat yang pertama, Prabowo telah menyinggung sedikitnya tentang pentingnya sandang , pangan dan papan sebagaimana kita tahu hal tersebut telah disebutkan pada teori Maslow pada kebutuhan yang bersifat fisiologis, dan beliau menjelaskan secar universal. Meninjau Jokowi, beliau berbicara lebih teknis sehingga apa yang dijelaskannya itu adalah yang sangat teknis, dan hal tersebut seperti yang kita tahu biasa dijalankan oleh para Lower manajer jika kita tinjau dari segitiga kepemimpinan yang saya dapatkan pada mata kuliah Pengantar Manajemen.
Tapi ini hanya merupakan opini dari pandangan saya terhadap para Capres yang nanti akan meniti sejarah baru bagi Indonesia. Semua pilihan ada di tangan anda wahai Rakyat Indonesia, jangan salah pilih, dan yang paling jangan adalah GOLPUT!
Saya Vote #1PRABOWOHATTA #pilihankusatu_PRABOWO....
apa pilihan anda??
atau Anda Galau??
Analisa lebih lanjut!!










