33.05...
?? ?? ?? ??
Angka apa iitu?? what??
Kalau dilihat - lihat sih, ituuu....
Bukan kok.. itu bukan nomor Togel kok, atau nomor telephon, atau masi banyak atau-atau yang lainnya..
Bukan.. itu cuma angka puluhan berdesimal(semua orang juga tau). Lebih tepatnya itu nilai kelulusanku menuju masa putih abu-abu (istilahnya itu tiket tuk pemilihan tempat penempatan ku nantinya dimasa itu..)
Sayangnya, angka "33.05" ini dibawah SNI pada zaman itu sehingga penempatanku pun berada di pelosok kota didekat paya(danau/empang/sejenisnya).
Berhubung disini pelosok, disini terdapat banyak paya.. Sehingga tempat ini pun dinamakan "Paya Umeet"..
Sebelum Aku singgah dipelosok itu.. Kertas yang berisikan nilaiku itupun sempat bertengger didua Sekolah Menengah Atas yang tergolong terfavourit di Kota ku.. Sayang, beribu Sayang.. Angka itu berhasil membuatku tersaingi dengna angka yang lebih pro dan membuat kutersingkir jauh sejauh-jauhnya..
Kemudian, setelah aku gagal bersaing diperedaran, aku mulai gundah..
Hari trakhir pendaftaran disemua sekolah, aku mulai gelisah karena Ijazahku masi bertengger tersangkut di sekolah pilihan kedua..
"Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinggggg" Suara Handphoneku berdering dan membuatku mulai tersadar dari tidurku yang dalem - meski agak Alay gimana gitu :D)
Ak mengangkatnya "Halo" pembukaan yang umum terjadi pada semua pengguna Handphone.
"coba tu ke SMAN 11 yang di lueng Bata" suara yang tidak asing yaitu My Father..
Sempat sesaat aku mendengarkan alamat yang begitu abstrak terdengar di telinga :Jl. Paya Umeet, Blang Cut, Lueng Bata, Banda Aceh."
Setelah beberapa waktu mendapat telepon itu,
aku lansung bergerak menuju tempat lokasi dan melupakan mandi, bahkan cuci muka
aja terlewatkan tanpa sadar diri. Mungkin karena disebabkan kepanikan oleh
pendaftaran yang hanya dibuka sampai pukul 11.00 WIB dan hari itu pun merupakan
hari terakhir pendaftaran..
| Keadaan SMAN 11(2011) |
Di tempat tujuan, tak satu pun orang yang
merasa kukenali ditemui.. wajahnya pada asing semua.
Tiba-tiba..(jeng..jeng..jeng..jeeeng..)
“wooy”.. seruan yang tidak asing terdengar
dari arah belakangku.,
Ternyata salah seorang teman di MTsN ku
senasib dengan ku.. Harus mengarungi nasib bersama di pelosok itu.. Namanya
Benu, dia datang bersama temannya yang tinggal sekomplek dengannya..
Sekarang aku mulai menghela nafas, mulai
mengatur langkah.. setidaknya lebih enjoy dan tidak terlalu tegang..
Tanpa membuang waktu lagi, kami lansung menuju
ruang test yang dimana diruang itu tempat test mengaji, kebetulan tempat
sekolah ku mendaftar syarat utama kelulusannya itu WAJIB BISA MENGAJI..
Di ruang tersebut aku kembali menjumpai
wajah-wajah unik yang beranekaragam lagi asing dipandangan ku.. Saat itu,
pertama kalinya aku berjumpa dengan orang berotot yag mirip robot yang sangat sering mengeluarkan keringat yang
sangat berlebihan pada saat proses pengantrian test mengaji, sehingga baju,
kursi, dan lantai yang ia tempati
menjadi becek berat.. Setelah itu, aku mulai melirik kearah lain yang man Aku
menemui oarang yang teramat garan bagaikan serigala pasar, dengan matanya
berbau-bau chinese gimana gitu alias sipit.. Tak terupakan, aku juga bertemu
anak kecil, entah badannya kecil, umurnya kecil, atau emang badannya ynag
kecil?? Alaah, Yang penting anak berbadan kecil dengna umr ntah berapa tapi dia
sekarang sedang mengikuti test pengajian ini, dengn kata lain dia akan
menginjak SMA, posturnya badannya kecil, buntel dengan pantatnya yang montok..
wkkwkwkwkw..
Memang Aneh, bahkan ini baru sekilas hari test
berlansung.. belum kelanjutan pada 3 tahun belajar..
Setelah kejadian itu, aku tinggal menunggu
waktu pengungumuman kelulusan,..
Seiring Detik yang bergerak.. Pengumuman pun
keluar .. Dengna Tegas aku diVONIS LULUS..
LULUS..









