Sabtu, 03 Desember 2011

Penginjakan menuju Putih Abu-abu


33.05...
?? ?? ?? ??
Angka apa iitu?? what??
Kalau dilihat - lihat sih, ituuu....

Bukan kok.. itu bukan nomor Togel kok, atau nomor telephon, atau masi banyak atau-atau yang lainnya..
Bukan.. itu cuma angka puluhan berdesimal(semua orang juga tau). Lebih tepatnya itu nilai kelulusanku menuju masa putih abu-abu (istilahnya itu tiket tuk pemilihan tempat penempatan ku nantinya dimasa itu..)

Sayangnya, angka "33.05" ini dibawah SNI pada zaman itu sehingga penempatanku pun berada di pelosok kota didekat paya(danau/empang/sejenisnya).
Berhubung disini pelosok, disini terdapat banyak paya.. Sehingga tempat ini pun dinamakan "Paya Umeet"..

Sebelum Aku singgah dipelosok itu.. Kertas yang berisikan nilaiku itupun sempat bertengger didua Sekolah Menengah Atas yang tergolong terfavourit di Kota ku.. Sayang, beribu Sayang.. Angka itu berhasil membuatku tersaingi dengna angka yang lebih pro dan membuat kutersingkir jauh sejauh-jauhnya..

Kemudian, setelah aku gagal bersaing diperedaran, aku mulai gundah..

Hari trakhir pendaftaran disemua sekolah, aku mulai gelisah karena Ijazahku masi bertengger tersangkut di sekolah pilihan kedua..
"Kriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiinggggg" Suara Handphoneku berdering dan membuatku mulai tersadar dari tidurku yang dalem - meski agak Alay gimana gitu :D)

Ak mengangkatnya "Halo" pembukaan yang umum terjadi pada semua pengguna Handphone.
"coba tu ke SMAN 11 yang di lueng Bata" suara yang tidak asing yaitu My Father..
Sempat sesaat aku mendengarkan alamat yang begitu abstrak terdengar di telinga :Jl. Paya Umeet, Blang Cut, Lueng Bata, Banda Aceh."
Setelah beberapa waktu mendapat telepon itu, aku lansung bergerak menuju tempat lokasi dan melupakan mandi, bahkan cuci muka aja terlewatkan tanpa sadar diri. Mungkin karena disebabkan kepanikan oleh pendaftaran yang hanya dibuka sampai pukul 11.00 WIB dan hari itu pun merupakan hari terakhir pendaftaran..
Keadaan SMAN 11(2011)

Di tempat tujuan, tak satu pun orang yang merasa kukenali ditemui.. wajahnya pada asing semua.
Tiba-tiba..(jeng..jeng..jeng..jeeeng..)
“wooy”.. seruan yang tidak asing terdengar dari arah belakangku.,
Ternyata salah seorang teman di MTsN ku senasib dengan ku.. Harus mengarungi nasib bersama di pelosok itu.. Namanya Benu, dia datang bersama temannya yang tinggal sekomplek dengannya..
Sekarang aku mulai menghela nafas, mulai mengatur langkah.. setidaknya lebih enjoy dan tidak terlalu tegang..

Tanpa membuang waktu lagi, kami lansung menuju ruang test yang dimana diruang itu tempat test mengaji, kebetulan tempat sekolah ku mendaftar syarat utama kelulusannya itu WAJIB BISA MENGAJI..
Di ruang tersebut aku kembali menjumpai wajah-wajah unik yang beranekaragam lagi asing dipandangan ku.. Saat itu, pertama kalinya aku berjumpa dengan orang berotot yag mirip robot yang  sangat sering mengeluarkan keringat yang sangat berlebihan pada saat proses pengantrian test mengaji, sehingga baju, kursi, dan lantai yang  ia tempati menjadi becek berat.. Setelah itu, aku mulai melirik kearah lain yang man Aku menemui oarang yang teramat garan bagaikan serigala pasar, dengan matanya berbau-bau chinese gimana gitu alias sipit.. Tak terupakan, aku juga bertemu anak kecil, entah badannya kecil, umurnya kecil, atau emang badannya ynag kecil?? Alaah, Yang penting anak berbadan kecil dengna umr ntah berapa tapi dia sekarang sedang mengikuti test pengajian ini, dengn kata lain dia akan menginjak SMA, posturnya badannya kecil, buntel dengan pantatnya yang montok.. wkkwkwkwkw..

Memang Aneh, bahkan ini baru sekilas hari test berlansung.. belum kelanjutan pada 3 tahun belajar..
Setelah kejadian itu, aku tinggal menunggu waktu pengungumuman kelulusan,..
Seiring Detik yang bergerak.. Pengumuman pun keluar .. Dengna Tegas aku diVONIS LULUS..
LULUS..

0 komentar:

Posting Komentar