Rasa pewarna! Setiap pribadi orang pastinya sudah dibekali rasa-rasa penunjang kepuasannya, sebagaimana yang telah disebutkan pada prinsip ekonomi pada dasarnya yang materi ini bisa dijumpai pada masa awal mulai belajar dimasa
putih biru, menurut prinsip ekonomi manusia itu tidak akan pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya dengan kata lain manusia selalu saja menginginkan suatu hal lebih dari apa yang telah ada padanya.
 |
Picture search by google
|
Selain itu, manusia juga memiliki rasa ingin dicintai sertai mencintai suatu hal. Bicara soal "Cinta", kebanyakan dari orang yang pastinya memiliki rasa tersebut berasumsi setelah mendengar kata "Cinta" yang terlintas dalam benak pikiran kebanyakan orang bahwa hal tersebut merupakan rasa yang selalu berujung indah yang bisa menimbulkan kebahagian tanpa mengkaji dan melihat dampak yang rasional berdasarkan keadaan yang ada.
Pada hakikatnya, "Cinta" adalah anugerah dari sang pencipta untuk dimiliki oleh hambanya. Cinta menurut pemikiran saya adalah sebuah rasa yang menjadi pewarna untuk menghiasi hati menjadi berbagai bentuk suasana yang terekam melalui media yang disebut "Cinta". efek dari cinta pun terkadang sangatlah besar, bahkan cinta pula bisa merubah hal kecil menjadi hal yang besar, merubah racun dan madu, merubah warna hitam menjadi warna putih, merubah duka menjadi suka, merubah suasana merana menjadi bahagia, merubah air tawar menjadi air asin, dan mungkin bisa membuat rasa 'Plik U(Patarana) menjadi rasa Keju, bahkan dunia pun bisa serasa disurga saat kita menjalani rasa cinta dan bisa sebaliknya kita bisa pula merasa seperti dineraka dan suasana-suasana tersebut tercipta berdasarkan hal-hal yang kita kerjakan. Terlalu lumrah kita mendengar kata-kata bahwa "Cinta itu Buta!!", realitanya yang buta itu bukanlah "Cinta", akan tetapi pandangan dan pemikiran orang yang sedang dilanda "Cinta" itu menjadi Buta sehingga orang-orang tersebut tidak bisa berfikir rasional. Cinta bisa datang pada siapa saja, kapan saja tanpa mengenal waktu tepat ataupun tidak tepat.

Seperti yang sebelumnya aku katakan bahwa cinta itu bisa melanda siapa saja, jika ada orang yang tidak berarti bukan manusiawi tuh.. Orang yang menyukai lawan jenisnya, itu merupakan sifat manusiawi karena manusia itu sendiri sudah dibekali hawa nafsu sebagai pendorong cinta tersebut.
Tapi jangan salah, selain cinta dapat merubah hal buruk menjadi baik, cinta bisa juga bisa sebaliknya sebagai cinta yang bisa menghancurkan seseorang. Faktanya, banyak orang yang depresi hanya gara-gara satu persoalan "Cinta", menjadi gila karena "Cinta", Bunuh diri karena "Cinta", Putus Sekolah karena "cinta" yang kemudian hal-hal tersebut dapat merusak langkah menuju masa depan. Biasanya peristiwa seperti ini melanda para pecinta yang sangat labil dan fanatik dalam menghadapi cinta pada kenyataan, kaum-kaum seperti ini teralu memikirkan satu titik temu yang bisa membuat pikiran menjadi gelap dan redup.
Misalnya kasus bunuh diri, hal ini banyak didapati pada kaum wanita, saat mereka tidak bisa menerima hal-hal ayng bertolak belakang dengannya, maka tanpa pikir panjang mereka mengakhiri perjalanan sementaranay didunia tanpa menyadari bahwa mereka akan kembali melanjutkan perjalanan yang teramat panjang tiada akhir setelah itu. Hal ini biasa dilakukan saat jiwa seseorang berada pada titik lemah tanpa bisa berfikir jauh.
Disamping itu, cinta pun melanda kaum pria, bukan hanya kebahagiaan saja yang mereka temui. Banyak kaum pria yang seharusnya menjadi tokoh bahkan seorang pemimpin tangguh yang jatuh hanya gara-gara "Cinta".. contohnya Adolf Hitler, ini adalah salah satu tokoh yang paling terkenal Diktator, Otoriter, ambisius, dan Very Pemberani.. tapi siapa sangka? sosok yang paling ditakuti pada masanya ini ternya salah satu penyebab kematiannya karena wanita yang otomatis hal tersebut karena ramuan cinta belaka.
Maka oleh karena itu, cinta yang merupakan pewarna dalam hati kita ini bukan dijadikan media coba-coba ataupun mainan, pergunkan rasa pewarna itu seperlunya dan sebenar-benarnya dijalan yang benar sebagai mana pedoman kita Al-Qur'an dan Hadisth. Hal yang sangat perlu untuk diingat, Cintailah suatu itu karena Allah SWT., dan tidak melebihi kecintaan kita terhadap-Nya.
Inilah "Cinta", Rasa Pewarna yang bisa jadi Peredup bahkan Penerang.