Dalam kehidupan ini, begitu banyak hal-hal ataupun kejadian yang bisa kita jadikan sebagai pelajaran untuk masa-masa yang akan menghampiri kita seiring berjalannya waktu, tanpa tau apakah yang akan terjadi selanjutnya. Pada saat-saat tersebutlah akan tampak kebijakan pikiran seorang individual dalam hal mengambil setiap keputusan, pada saat yang bersamaan pula akan timbul guncangan-guncangan yang berasal dari kebimbangan Individu untuk menghambat proses pengambilan kebijakan oleh individu tersebut.
Aku bukanlah seorang yang terlalu mengerti mengenai dunia psikolog, hanya saja belajar dari setiap aktifitas yang telah melibatkanku pada kegiatan yang bisa membuatku berpikir seperti kejadian tersebut. Sedikit banyaknya memang kudapatkan dari membaca atau sumber yang lainnya. Pengalaman, ya.. itu dia pengalaman yang telah menjadi guru maya ku slama ini. Guru maya adalah seorang pengajar yang tidak nyata, akan tetapi dia itu ada dan bisa dirasakan keberadaanya. Pengalaman pun menjadi penggerakku dalam setiap langkah. Pengalaman adalah suatu kejadian yang terlebih dulu tinggal di masa lalu atau kejadian yang menjadi kenangan(Kenangan adalah bumbu ingatan masa lalu yang tersirat didalam hati). Sebenarnya terlalu banyak definisi mengenai hal ini, dan ini merupakan definisi menurut pandanganku. Melalui Pengalaman kita mulai bisa mengantisipasi sekecil-kecilnya problema yang tidak kita ketahui dan tiba-tiba menghampiri ditemani oleh waktu(Waktu adalah Distributor terbesar dalam segala hal di Bumi).
Jika dibandingkan orang yang menghadapi masalah tanpa pernah mendapat pengalaman dengan orang yang menghadapi masalah tapi berpenglaman sangatlah berbeda, Orang yang berpengalaman jika menghadapi masalah pasti akan memikirkan cara yang berbeda dari kejadian yang mendasari pengalamannya agar ia tidak jatuh ke lubang yang sama karena sebelumnya dia pernah merasakan seperti apa masalah yang sedang dihadapi. Akan tetapi, Orang sama sekali tidak pernah mendapat pengalaman, maka ia akan mengambil tindakan pertama kalinya yang dilakukan dalam hidupnya tanpa tau sedikit banyaknya hal yang akan terjadi selanjutnya, setelah dia mengambil keputusan, maka saat itu pula dia baru mengetahui apa hal yang akan dia terima dan menjadi jawaban baginya, Disaat itu pula keputusan yang dia ambil menjadi pengalaman dalam hidupnya dan bisa dijadikan pelajaran untuk kedepan. Inilah yang membedakan kedua karakter tersebut, orang yang tidak memiliki pengalaman itu istilahnya seperti orang yang ketinggalan zaman(KUNO) dan orang berpengalaman itu orang yang terUpdate (dan menjadi orang yang terlebih dahulu tau dibandingkan orang tidak berpengalaman.
Hal ini yang mendorongku untuk bersikeras dalam hal mengoleksi banyak penglaman, "seeh...! Ade Aulia sang Kolektor Pengalaman"(macam betol). Setiap pengalaman akan menjadi sangat berharga dalam hidupku ini, mulai dari pengalaman kecil sampai pengalaman yang besar. Pengalaman ini pula yang mendasariku untuk sok-sok gak kenal capek, padahal udah sekarat.. Aku mendapatkan pengalaman dari kegiatan-kegiatan yang pernah aku ikuti semasa aku hidup dan akan menjadi kenangan selama aku masih bernafas.
Oleh karena itu, mari kita perbanyak penglaman kita, "Belajar dari masa lalu untuk masa yang akan datang", kata Albert Einstein. Pengalaman yang positif dan bukan yang negatif, karena yang negatif itu bukan pengalaman melainkan perusakan. Dan satu hal, Pengalaman akan menjadi sia-sia dan hancur jika penglaman itu keluar dari jalan agama Allah SWT. (De2)
Aku bukanlah seorang yang terlalu mengerti mengenai dunia psikolog, hanya saja belajar dari setiap aktifitas yang telah melibatkanku pada kegiatan yang bisa membuatku berpikir seperti kejadian tersebut. Sedikit banyaknya memang kudapatkan dari membaca atau sumber yang lainnya. Pengalaman, ya.. itu dia pengalaman yang telah menjadi guru maya ku slama ini. Guru maya adalah seorang pengajar yang tidak nyata, akan tetapi dia itu ada dan bisa dirasakan keberadaanya. Pengalaman pun menjadi penggerakku dalam setiap langkah. Pengalaman adalah suatu kejadian yang terlebih dulu tinggal di masa lalu atau kejadian yang menjadi kenangan(Kenangan adalah bumbu ingatan masa lalu yang tersirat didalam hati). Sebenarnya terlalu banyak definisi mengenai hal ini, dan ini merupakan definisi menurut pandanganku. Melalui Pengalaman kita mulai bisa mengantisipasi sekecil-kecilnya problema yang tidak kita ketahui dan tiba-tiba menghampiri ditemani oleh waktu(Waktu adalah Distributor terbesar dalam segala hal di Bumi).
Jika dibandingkan orang yang menghadapi masalah tanpa pernah mendapat pengalaman dengan orang yang menghadapi masalah tapi berpenglaman sangatlah berbeda, Orang yang berpengalaman jika menghadapi masalah pasti akan memikirkan cara yang berbeda dari kejadian yang mendasari pengalamannya agar ia tidak jatuh ke lubang yang sama karena sebelumnya dia pernah merasakan seperti apa masalah yang sedang dihadapi. Akan tetapi, Orang sama sekali tidak pernah mendapat pengalaman, maka ia akan mengambil tindakan pertama kalinya yang dilakukan dalam hidupnya tanpa tau sedikit banyaknya hal yang akan terjadi selanjutnya, setelah dia mengambil keputusan, maka saat itu pula dia baru mengetahui apa hal yang akan dia terima dan menjadi jawaban baginya, Disaat itu pula keputusan yang dia ambil menjadi pengalaman dalam hidupnya dan bisa dijadikan pelajaran untuk kedepan. Inilah yang membedakan kedua karakter tersebut, orang yang tidak memiliki pengalaman itu istilahnya seperti orang yang ketinggalan zaman(KUNO) dan orang berpengalaman itu orang yang terUpdate (dan menjadi orang yang terlebih dahulu tau dibandingkan orang tidak berpengalaman.
Hal ini yang mendorongku untuk bersikeras dalam hal mengoleksi banyak penglaman, "seeh...! Ade Aulia sang Kolektor Pengalaman"(macam betol). Setiap pengalaman akan menjadi sangat berharga dalam hidupku ini, mulai dari pengalaman kecil sampai pengalaman yang besar. Pengalaman ini pula yang mendasariku untuk sok-sok gak kenal capek, padahal udah sekarat.. Aku mendapatkan pengalaman dari kegiatan-kegiatan yang pernah aku ikuti semasa aku hidup dan akan menjadi kenangan selama aku masih bernafas.
Oleh karena itu, mari kita perbanyak penglaman kita, "Belajar dari masa lalu untuk masa yang akan datang", kata Albert Einstein. Pengalaman yang positif dan bukan yang negatif, karena yang negatif itu bukan pengalaman melainkan perusakan. Dan satu hal, Pengalaman akan menjadi sia-sia dan hancur jika penglaman itu keluar dari jalan agama Allah SWT. (De2)







0 komentar:
Posting Komentar