Terkadang hal-hal yang dikatakan oleh banyak orang bijak menjadi aktualisasi tersendiri bagi saya. Seperti halnya 'kesempatan yang tidak akan datang pada kali kedua', menurut saya kata 'tidak akan' pada kenyataannya hanyalah sebuah penundaan yang nantinya akan berulang pada waktu selanjutnya jika nasib baik(rezeki). Tapi yang menjadi fokus dari pembahasan pada postingan kali ini bukan hal-hal yang tersebut diatas, melainkan hal-hal yang saya anggap berarti pernah singgah atau memang lagi singgah pas dibenak saya.
Tiga tahun lebih bangku Putih Abu-abu saya tinggalkan, banyak kenangan yang masih terbungkus rapih siap dikonsumsi penikmat tulisan sejagat sekalian, kini kampus kuning menjadi tempuhan gagah hati untuk memeluknya. Yah layaknya mahasiswa, berada dibanyak forum baik formal maupun sekedar tempat berbual menjadi lumrah. Saya merasakan sedikit banyaknya perubahan yang saya rasakan seiring pendewasaan ini terus mencari karakter dari jati dirinya, tentunya bukan hanya upaya dari diri sendiri yang menjadi pahlawannya, tapi keluarga, lingkungan, bahkan tenaga pendidik menjadi hal terpenting dari pendewasaan pada diri saya.
Hari ini, saya kembali dilimpahkan sebuah tanggung jawab yang saya anggap besar, yaitu sebuah acara pembinaan karakter mahasiswa baru. Jika dilihat-lihat itu hanya sebuah acara ceremonial yang dikenal ajang balas 'dendam' . TIDAK, saya sangat tidak setuju jika nama pembinaan karakter digunakan untuk hal tersebut, lebih layak jika hal itu disebut ospek! Sudah cukup gaya dari para 'penjajah' untuk mendidik digunakan di negara tercinta ini. Mungkin untuk beberapa masa yang silam, hal ini masih available untuk digunakan sebagai media pembinaan bagi pendatang baru pada jenjang pendidikan yang baru pula, tapi apakah masih menjadi cara yang ampuh untuk waktu berlaru-larut dengan kondisi zaman yang dinamis seperti saat ini? Kawan-kawan bisa paham tentunya. Bahkan jika sekedar terlintas, acara ini bukanlah acara yang berat untuk dijalankan. Benar, akan tetapi jika pikiran kita hanya se-simple menyebutkan sekedar perkenalan atau hanya sebuah ceremonial, kita harus sadar tentang berbagai hal dari perluasan kata 'pembinaan' disini seperti apa, apahkah hanya sebuah nama untuk melengkapi perangkat acara? tentu kita tau jawabannya adalah bukan, melainkan itu adalah label dari hasil perkerucutan dari berbagai harapan. Hari ini, bukan kita objeknya, melainkan kita adalah subjek yang menjadi pelaku untuk suksesnya harapan tersebut, Bahkan saat ini pelaku menjadi sorotan dan panutan sebagai pembina dari kata 'pembinaan', panutan seperti apa yang kita punya? jika hanya citrakan diri untuk beberapa hari tersebut bukan hal yang tidak mungkin, tapi apakah tidak berfikir bahwa nantinya mereka akan berada dibelakang kita dan melihat berbagai tingkah yang tidak sesuai dari citra yang diciptakan untuk beberapa hari itu(acara pembinaaan)?
Pelajaran terbesarnya adalah KONSISTEN, jika pada hari ini kita siap mengeluarkan berbagai nasehat-nasehat manis bahkan perilaku terpuji pada acara pembinaan tersebut, apakah hal tersebut bisa untuk tidak diingkari nantinya setelah acara tersebut usai? jika tidak, berapa kepala yang akan rusak moralnya ketika melihat panutannya tersebut ternyata hanya menjadi penyukses acara ceremonial dan selebihnya mengecawakan. Untuk Kali ini, saya rasa hal inilah yang harus terus saya pelajari dan menjadi tanggung jawab baru bagi saya kelak. sekarang, H-5 bukanlah waktu yang lama bagi saya dan kawan-kawan, tapi semangat mereka membuat waktu singkat ini menjadi lebih berkualitas bagi saya tentunya dan menjadi penyemangat tersendiri bagi diri saya. Berharap semoga berbagai hambatan dapat dikondisikan nantinya, karena pada hakikatnya manusia bukanlah seorang peramal yang akan tau seperti apa kondisi kedepannya.Semoga sukses mengemban Tanggun Jawab baru.
Tiga tahun lebih bangku Putih Abu-abu saya tinggalkan, banyak kenangan yang masih terbungkus rapih siap dikonsumsi penikmat tulisan sejagat sekalian, kini kampus kuning menjadi tempuhan gagah hati untuk memeluknya. Yah layaknya mahasiswa, berada dibanyak forum baik formal maupun sekedar tempat berbual menjadi lumrah. Saya merasakan sedikit banyaknya perubahan yang saya rasakan seiring pendewasaan ini terus mencari karakter dari jati dirinya, tentunya bukan hanya upaya dari diri sendiri yang menjadi pahlawannya, tapi keluarga, lingkungan, bahkan tenaga pendidik menjadi hal terpenting dari pendewasaan pada diri saya.
Hari ini, saya kembali dilimpahkan sebuah tanggung jawab yang saya anggap besar, yaitu sebuah acara pembinaan karakter mahasiswa baru. Jika dilihat-lihat itu hanya sebuah acara ceremonial yang dikenal ajang balas 'dendam' . TIDAK, saya sangat tidak setuju jika nama pembinaan karakter digunakan untuk hal tersebut, lebih layak jika hal itu disebut ospek! Sudah cukup gaya dari para 'penjajah' untuk mendidik digunakan di negara tercinta ini. Mungkin untuk beberapa masa yang silam, hal ini masih available untuk digunakan sebagai media pembinaan bagi pendatang baru pada jenjang pendidikan yang baru pula, tapi apakah masih menjadi cara yang ampuh untuk waktu berlaru-larut dengan kondisi zaman yang dinamis seperti saat ini? Kawan-kawan bisa paham tentunya. Bahkan jika sekedar terlintas, acara ini bukanlah acara yang berat untuk dijalankan. Benar, akan tetapi jika pikiran kita hanya se-simple menyebutkan sekedar perkenalan atau hanya sebuah ceremonial, kita harus sadar tentang berbagai hal dari perluasan kata 'pembinaan' disini seperti apa, apahkah hanya sebuah nama untuk melengkapi perangkat acara? tentu kita tau jawabannya adalah bukan, melainkan itu adalah label dari hasil perkerucutan dari berbagai harapan. Hari ini, bukan kita objeknya, melainkan kita adalah subjek yang menjadi pelaku untuk suksesnya harapan tersebut, Bahkan saat ini pelaku menjadi sorotan dan panutan sebagai pembina dari kata 'pembinaan', panutan seperti apa yang kita punya? jika hanya citrakan diri untuk beberapa hari tersebut bukan hal yang tidak mungkin, tapi apakah tidak berfikir bahwa nantinya mereka akan berada dibelakang kita dan melihat berbagai tingkah yang tidak sesuai dari citra yang diciptakan untuk beberapa hari itu(acara pembinaaan)?
Pelajaran terbesarnya adalah KONSISTEN, jika pada hari ini kita siap mengeluarkan berbagai nasehat-nasehat manis bahkan perilaku terpuji pada acara pembinaan tersebut, apakah hal tersebut bisa untuk tidak diingkari nantinya setelah acara tersebut usai? jika tidak, berapa kepala yang akan rusak moralnya ketika melihat panutannya tersebut ternyata hanya menjadi penyukses acara ceremonial dan selebihnya mengecawakan. Untuk Kali ini, saya rasa hal inilah yang harus terus saya pelajari dan menjadi tanggung jawab baru bagi saya kelak. sekarang, H-5 bukanlah waktu yang lama bagi saya dan kawan-kawan, tapi semangat mereka membuat waktu singkat ini menjadi lebih berkualitas bagi saya tentunya dan menjadi penyemangat tersendiri bagi diri saya. Berharap semoga berbagai hambatan dapat dikondisikan nantinya, karena pada hakikatnya manusia bukanlah seorang peramal yang akan tau seperti apa kondisi kedepannya.Semoga sukses mengemban Tanggun Jawab baru.









