![]() |
| Mejid Raya Baiturrahman. (Search google) |
Aceh, banyak hal-hal yang sangat aku kagumi, aku senangi, bahkan aku benci sekalipun tentang nanggroe ini! saat aku melihat kehidupan masyarakat di barat daya nanggroe ini, aku melihat hal yang mungkin sudah minim terjadi dikalangan kaum global yang teracuni persaingan teknologi buta, disana aku melihat sifat gotong royong yang masih sangat erat antar individu, bahkan untuk membangun rumah satu penduduk saja menggunakan cara gotong royong dengan mengumpulkan bahan material dan dana dari penduduk setempat.
![]() |
| Rumoh Aceh (Search Google) |
-Netral -Aceh-> Igoe Pre -indo-> Gigi Libur
Lalu bahasa Aceh ke Indo:
-Jak Let Leumoo(bahasa Kasar) -Indo-> Pergi kejar lembu (sangat tidak terasa fill marahnya ketika di bawa dalam bahasa indonesia.
-Jak Let Ma(bahasa Kasar) -Indo-> Pergi kejar ibu (sungguh sebuah kata perintah yang wajar-wajar saja dalam bahasa Indoesia sedangkan dalam bahasa Aceh sudah dalam suasana Memaki tingkat dalam). Selain itu, bahasa Aceh (My Version) merupakan bahasa yang sangat irit yang pernah ada, Example: Air -Aceh-> ie, Kelapa -Aceh-> U, Nasi -Aceh-> Bu, Minum -Aceh-> Jep, dengan -Aceh-> Ngen, Abang -Aceh-> A, punya -Aceh-> ata. jika dibuat suatu kaliamat "Jep ie u ngen bu ata A" arti: "Minum air kelapa dengan nasi punya abang". jika di analisa maka sangat pelit itu kata-kata.. Makanan yang cucok banget(Lidah menceritakan pengalamannya) untuk orang-orang di nanggoe ini yaitu; Plik U dengan sambel ladoo, pake ikan asin(sedap). atau kenak "Masam Ke'eung" juga sangat top dilidah, Mie Aceh pun juga menjadi makanan yang sangat nikmat untuk penikmat mie, dan yang paling tidak terlupakan yaitu Kupi(Kopi).
Nanggroe ini memiliki Ratusan Warung Kopi bahkan lebih.
![]() |
| Peta Aceh (search Google) |
Ya begitulah kondisi suasana Nanggroe ini yang masih banyak belum bisa terealisasi dalam cerita yang berdasarkan penglihatan berbasis pengalaman ini, jika ada salah mohon dikritik aja.










.jpg)










