Akhir-kahir ini, saya merasakan bahwa beberapa dari postingan yang saya bagikan menunjukkan adanya berbagai gaya bahasa yang tidak stabil. ahahah, terkadang sok puitis, terkadang menjadi sok bijak, terkadang baku tidak menentu. Pada postingan kali ini, sayang hanya ingin menyampaikan mengenai berbagai postingan saya terkadang tidak mendasar, akan tetapi juga saya memposting sesuai dengan susana hati dan kondisi yang sedang terjadi. Saya bukan seseorang yang ingin eksis dengan berbagai tulisan saya, apalagi menjadi seseorang yang ahli dalam sastra, karena memang sebenarnya itu bukanlah expert saya.
Jika mau dibandingkan dengan penulis, jauh dari kata bagus untuk menilai saya sebagai penulis, karena sejujurnya memang bukan penulis profesional dan memiliki karakter dari setiap kata serta alur pada setiap paragrafnya. Saya hanya memposisikan diri sebagai orang yang hanya hobi mengungkapkan berbagai kondisi dan keingin saya saja. Karena pada suatu postingan saya yang sangat lampau, saya sempat menyampaikan bahwa, mengabadikan moment bukan hanya melalui cetak gambar, tapi juga bisa melalui tulisan, agar kelak saya bisa kembali membacanya dan mungkin bisa dipetik pelajaran dari kondisi saya saat menulis postingan tertentu.
Jika diperhatikan, gaya bahasa saya tidak pernah spesifik, itu dikarenakan tingkatan dari gaya bahasa saya akan berubah sesuai dengan emosi yang saya dapatkan. terkadang saya mengambil gaya bahasa dari daerah tertentu, terkadang kebetulan menemukan rima yang cocok, terkadang menjadi lebih naratif dan deskriptif.
kesimpulannya, apa yang saya rasakan akan saya turut sertakan dalam gaya bahasa dari setiap postingan.
Dan saat ini, saya sedang tidak dalam kondisi emosi yang merujuk pada kondisi spesifik alias normal. ahahaha
Jika mau dibandingkan dengan penulis, jauh dari kata bagus untuk menilai saya sebagai penulis, karena sejujurnya memang bukan penulis profesional dan memiliki karakter dari setiap kata serta alur pada setiap paragrafnya. Saya hanya memposisikan diri sebagai orang yang hanya hobi mengungkapkan berbagai kondisi dan keingin saya saja. Karena pada suatu postingan saya yang sangat lampau, saya sempat menyampaikan bahwa, mengabadikan moment bukan hanya melalui cetak gambar, tapi juga bisa melalui tulisan, agar kelak saya bisa kembali membacanya dan mungkin bisa dipetik pelajaran dari kondisi saya saat menulis postingan tertentu.
Jika diperhatikan, gaya bahasa saya tidak pernah spesifik, itu dikarenakan tingkatan dari gaya bahasa saya akan berubah sesuai dengan emosi yang saya dapatkan. terkadang saya mengambil gaya bahasa dari daerah tertentu, terkadang kebetulan menemukan rima yang cocok, terkadang menjadi lebih naratif dan deskriptif.
kesimpulannya, apa yang saya rasakan akan saya turut sertakan dalam gaya bahasa dari setiap postingan.
Dan saat ini, saya sedang tidak dalam kondisi emosi yang merujuk pada kondisi spesifik alias normal. ahahaha









