Selasa, 13 Februari 2018

Untuk Mereka

Baru saja akhir-akhir ini saya merasakan terhadap lambatnya berjalan waktu, baiknya adalah tugas dari preoritas utama bisa diberdayakan untuk memperbaiki hasil nantinya, semoga saja amin. Namun keseharian tetap berjalan dengan semestinya, saya tidak merasa terjadi kekosongan meski dia sudah 2 hari lebih tidak menyapa. Nah, saya sudah merasa menghilangkan rasa, tapi mengapa pada setiap postingan belakangan ini selalu terselip 'dia' disetiap potongan kata.

Ahhh sudahlah, itu semua sudah berlalu. Ditambah beberapa waktu tadi bahwa seseorang yang sempat menghangatkan jiwa yang baru saja tumbang ini, mengatakan hal yang sedikit mengecewakan. Namun lagi-lagi itu adalah hal yang baik dan melegakan, karena tidak ada yang lebih baik dari sebuah kejujuran kaan.

Setidaknya waktu, sedikit demi sedikit mulai mengungkapkan hasil dari setiap proses, maka proses perlu diperlakukan dengan baik agar menuai hasil yang baik pula. Dan hari ini, biarpun saya merasa masih kurang maksimal terhadap hal tersebut, setidaknya saya sudah mulai berusaha dan membuka mata agar tidak meraba masa depan dengan kondisi buta.

Hari ini, saya kembali terus menyuarakan motivasi untuk diri, agar harapan orang tua tercinta tidak menjadi lirih sendu di waktu senja. Bahkan, perlu rasanya berjanji pada diri sendiri, bahwa selalu ingat bahwa luka terperih sebenarnya bukan dari cinta yang belum lah pasti adanya saat ini, bukan dari rasa yang saya rasa singgah sesaat dikarena zona nyaman terus meresapi, namun luka itu berasal dari pribadi yang tidak cukup presisi mematangkan langkah-langkah untuk menggapai harapan dari orang yang sebenarnya sudah pasti sangat mencintai Kita sedari dulu, bahkan mencintai hingga takkan terjawab batasnya sampai bila-bila.
Merekalah sebenarnya yang patut diperjuangkan, dan merekalah orang tua kita.

1 komentar: