Minggu, 04 Februari 2018

Bahagia kan duka

Cukup bisa paham berkicau tanpa suara, berbicara tanpa kata, bertumpu tanpa makna, dan mu MAYA tidak akan pernah menjadi NYATA.
Sudikira kuberkata tak paham makna layak sansekerta, kuberbicara bukan arah langkah utama, hendaknya meluap-luap bak cinta yang berbunga-bunga. Mu berwarna, merah muda.
Tumbuh, rapuh, kan jatuh.
Mungkinmu baca hanya karena mu punya mata, tapi rasa kan terasa luka, mengecap ranjak duka, berperan tanpa aba.
Makna hanya ku dan Tuhan yang punya, dan mu hanya kan bertanya, apa tujuan dari ini semua.
Dan mu pernah jadi bahagia, meski kan tergantung duka.
Maka lupa, wujud dari rupa yang durjana, meski kan kubutuh bak syifa, hingga kelak tak kan perih terasa.
Bukan tega, hanya mu pernah bertindak dalam pinta, akibat layak adalah tersiksa, maka berujarlah tetap dalam harap dan doa.

0 komentar:

Posting Komentar