Hai Guys!!

Hey, Folllow my tweet please: http://www.google.com/2005/gml/data.My Twitter .

Drum Corps Unsyiah

Drum Corps Unsyiah berhasil membawa pulang 4 piala dari Kejuaraan Marching Band Se-Sumatera/AKPAR Extravaganza II, Medan.

My Family

Yeah, this is My Big Family.

MERGER 2012

MERGER 2012 is Management of Regeneration 2012,Consist of EKM, PRODIS, PERBANKAN, PERUSAHAAN, dan PEMASARAN. "Sehati Peduli Sejiwa Beraksi"

May 2, is HARDIKNAS and my BornDay

Terimakasih kepada seluruh keluarga serta kerabat yang telah mengucapkan dan memberikan dosa serta kejutan kepada saya. Thanks!.

Senin, 08 Januari 2018

Seuntai Kilas Balik akan Lampauku

Aku tak paham, mengapa kamu, seseorang yang pernah menetap, memilih beranjak tanpa alasan yang bahkan sampai ke telingaku. Aku, kamu, pernah merajut asa sederhana, yang bahkan tak pernah ada di benakku sebelumnya. Asa yang membuatku menimbun mimpi tinggi atas nama kita berdua. Asa yang membuat duniaku berguncang sejenak karena bahagia sempat memenuhinya.

Aku tak tahu, mungkin setelah lebih mengenalku, kau kelelahan akan kecewa bahwa aku bukan sesosok manusia dengan hati seindah khayalmu. Mungkin juga, segala hiburku tak dapat mengatasi segala dukamu yang kau pilih tak kau perdengarkan padaku. Dan mungkin, sedikit tawa yang pernah kita bagi tak seistimewa itu untuk dijadikan selamanya, dan pada akhirnya kau sadar itu. Tapi seharusnya kau berkata, mengapa agar ku tak lagi bertanya.

Layaknya si pincang, aku pernah terseok menjalani hari menantimu datang menanyakan kabarku lagi, berharap apa yang aku pikirkan, apa yang aku lihat, dan apa yang coba aku percaya bukanlah hal nyata yang harus kuterima. Aku pernah berdiri di penghujung jembatan kita, menantimu datang dan menjelaskan segalanya. Namun, hujan mengguyur dan menyadarkanku bahwa kau sudah lupa, bahwa ujarmu padaku pernah ada. Hujan membangunkanku dari tidur berkepanjanganku sejak kau ceritakan dongengmu yang harus berakhir adanya.

Aku yang jauh lebih paham, bahwa cinta hadir karena terbiasa, karena jauh sebelum rasamu ada, aku yang terlebih dulu memulainya. Wajar jika kita memudar, karena ketika kita kembali ke dunia yang sewajarnya, ketidakhadiranku menghapus rasamu perlahan, layaknya rasa untukmu sekarang. Duniamu jauh lebih mengasyikkan dibanding sang pecandu bait yang lebih suka membusuk di sudut rindu dan mati di sudut pilu. Kau terlalu bosan dengan tanya-tanya harianku, yang bahkan sudah tak menggetarkan hatimu. Dan sejak itu, aku menjadi yakin, sesabar apapun lagi aku menunggumu, takkan pernah ada tempat untuk masaku, bahkan walau hanya secuil kuku.

Karena kamu sudah menghentikan rasamu bahkan tanpa aku tahu. Kamu berlalu bahkan sebelum aku mau. Tanpa pamit dan tanpa ragu, membuatku dengan bodohnya menjaga rasaku yang bahkan tak punya malu. Dan di jeda waktu kamu meninggalkanku, amarahku di penghujung itu menyelesaikan semua tuju, bahwa aku dan kamu pernah berharap satu, bahwa riang kita pernah padu, dan bahwa kamu, pernah menjadi primadona dalam doa panjangku.

Sudahlah, baik-baik saja kamu dengan tuju barumu. Kalaupun aku masih melintas di benakmu, akhiri saja jejak itu. Karena aku hanya sesalmu, yang masih akan menjadi teman di masa depanmu. Rajin-rajinlah kamu mencari jati baru, yang menyemangatimu membuka setiap lembaran harimu. Jangan ingat aku, sang duri yang mungkin sudah menusuk dalam di hatimu. Sudahi saja sudah, kamu lebih bahagia tanpa kelakar itu. Dan pamitku, dengan surat singkat ini aku menyatakan benar-benar berlalu. - YN


Seuntai kilas balik akan lampauku.
4 Januari 2018 | 17:25