Selasa, 23 April 2013

Aceh Versi yang Aku Tau!

Mejid Raya Baiturrahman. (Search google)
         D.I Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam, dan Aceh sekarang namanya, merupakan sebuah propinsi yang berada di ujng barat pulau Sumatera dan dengan gagah julukannya sebagai Serambi Mekkah. Kebiasaan adat pada kebanyakan masyarakat di Aceh  mengarah pada "Peumulia Jamee adat geutanyo" atau bahasa Indonesianya "memuliakan tamu adat kita", dan jargon itu sudah tertera sejak visit Banda Aceh dimulai dan sekarang tahun 2013 sudah digalakkannya visit Aceh. ya sebenarnya pengetahuan aku mengenai nanggroe(negeri) ini hanya sebatas mataku memandang, selebihnya pikiran dan pengalaman yang berkelana.
               Aceh, banyak hal-hal yang sangat aku kagumi, aku senangi, bahkan aku benci sekalipun tentang nanggroe ini! saat aku melihat kehidupan masyarakat di barat daya nanggroe ini, aku melihat hal yang mungkin sudah minim terjadi dikalangan kaum global yang teracuni persaingan teknologi buta, disana aku melihat sifat gotong royong yang masih sangat erat antar individu, bahkan untuk membangun rumah satu penduduk saja menggunakan cara gotong royong dengan mengumpulkan bahan material dan dana dari penduduk setempat.
Rumoh Aceh (Search Google)
Ada juga sangkin terlalu memuliakan tamunya, jika tamunya menolak tawaran dari pemilik rumah untuk dijamu dengan hidangan makanan misalnya, maka pemilik rumah merasa kecewa berat bahkan sampai-sampai bisa marah hanya untuk sesaat. hahahah. Hal unik lainnya yang aku temui di Aceh yaitu bahasa Aceh yang sangat lucu dan tidak sesuai dengan artinya, misal; "lon pet boh jambee 2 boh beh!"(saya petik buah jambu 2 buah ya), tapi pada kenyataanya yang dipetik buka 2, tapi bisa jadi 4, 5, atau sekarung hahaha... contoh lagi" dua uroe treuk tanyoe kana rumoh rayeuk"(dua hari lagi kita udah punya rumah besar), padahal 2 hari itu maksudnya bisa jadi sebulan, setahun atau berapa lah.. kemudian kata-kata yang menurut aku lucu saat dibaca dalam bahasa inggris dan dikonversikan ke bahasa Aceh lalu diartikan dalam bahasa indonesia yaitu:
 -Netral -Aceh-> Igoe Pre -indo-> Gigi Libur

Lalu bahasa Aceh ke Indo:
 -Jak Let Leumoo(bahasa Kasar) -Indo-> Pergi kejar lembu (sangat tidak terasa fill marahnya ketika di bawa dalam bahasa indonesia.
-Jak Let Ma(bahasa Kasar) -Indo-> Pergi kejar ibu (sungguh sebuah kata perintah yang wajar-wajar saja dalam bahasa Indoesia sedangkan dalam bahasa Aceh sudah dalam suasana Memaki tingkat dalam). Selain itu, bahasa Aceh (My Version) merupakan bahasa yang sangat irit yang pernah ada, Example: Air -Aceh-> ie, Kelapa -Aceh-> U, Nasi -Aceh-> Bu, Minum -Aceh-> Jep, dengan -Aceh-> Ngen, Abang -Aceh-> A, punya -Aceh-> ata. jika dibuat suatu kaliamat "Jep ie u ngen bu ata A" arti: "Minum air kelapa dengan nasi punya abang". jika di analisa maka sangat pelit itu kata-kata.. Makanan yang cucok banget(Lidah menceritakan pengalamannya) untuk orang-orang di nanggoe ini yaitu; Plik U dengan sambel ladoo, pake ikan asin(sedap). atau kenak "Masam Ke'eung" juga sangat top dilidah, Mie Aceh pun juga menjadi makanan yang sangat nikmat untuk penikmat mie, dan yang paling tidak terlupakan yaitu Kupi(Kopi).
Nanggroe ini memiliki Ratusan Warung Kopi bahkan lebih.
             
Peta Aceh (search Google)
                 
                 Ya begitulah kondisi suasana Nanggroe ini yang masih banyak belum  bisa terealisasi dalam cerita yang berdasarkan penglihatan berbasis pengalaman ini, jika ada salah mohon dikritik aja.

0 komentar:

Posting Komentar