Satu pembahasan yang sangat terkesan untuk aku ingat. Kebetulan menyinggung dengan kegiatan perilaku kebersamaan kami se-Merger12(sebutan angkatan pada jurusan kami). "Eh, leting setahun diatas kita kok gak pernah nampak ya dan pada sombong serta sebagian dari mereka seperti gak ngehargai yang lain?", sebuah pertanyaan yang sebenarnya lazim hanya saja jarang terdengar. "Mungkin udah pada gak kuliah lagi", " mungkin pada sibuk kalii". Banyak singgah kata-kata mungkin saat itu, yang menghebohkan pemikiran pelaku diskusi tidak penting tersebut yaitu "abang mereka kan beda". Wees itu jawaban agak mengarah kemanaaa gitu, "emang benar sih, tapi itu bukan alasan kuat untuk menetukan sikap mereka" jawab aku mencoba tetap realistis meski sebenarnya setuju pula dengan hasil jawaban sikawan tadi. "Bukan gitu, pada acara silaturahmi itu betul-betul menentukan banget sikap moral mereka de, karena saat masih maba merupakan masa-masa dimana mereka masih meraba-raba jalan mereka alias baru lulus dari masa alay(SMA), dan pada saat tersebut perlu diberi doktrin yang berisi pelajaran-pelajaran moral serta cara aplikasi untuk penetuan jalan mereka dikampus". Penjelasan lebar panjang tiba-tiba muncul dari salah seorang abang leting yang tidak asing lagi bagi kami karena kami sebelumnya juga dapat banyak pelajaran dari dia, kebetulan dia datang dan lansung duduk diantara kami dan menangkap pembicaraan tersebut.
"Kebetulan disaat masa mereka masuk kelingkungan perkuliahan mereka gak sempat ngerasain silaturahmi yang acara seperti kalian, jadi banyak pelajaran seperi soul, solidaritas, dan masih banyak lagi, mereka gak sempat ngerasain kesan-kesan seperti kalian kawan-kawan, jadi wajar jika kebanyakan dari mereka sikapnya begitu, tapi gak semua loh". Akhir penjelasan abang revolusioner kampus ini.
Dari penjelasan dan fakta yang terjadi, maka pendidikan awal seperti orientasi dan sebagainya itu menjadi penting karena disaat kita memulai seauatu, awal adalah penentu proses kita menuju akhir, jika saat kita memulai awal sudah kusut, bagaimana dengan akhirnya. Begitu pula dengan perkuliahan, diawal telah diberi berbagai didikan yang bermanfaat untuk proses mahasiswa/i untuk memudahkan menentukan pilihan sesuai kondisi yang ditemukan, bukan dalam artian saat diberi didikan di awal telah diberi contoh implementasi berbagai masalah, mungkin hanya sebagian gambaran umum yang kerab ditemui mahasiswa nanti.
Yah betapa rugi jika diawal gak sempat ikut itu acara silaturahmi, tapi silaturahmi yang berisi orientasi yang mendidik, bukan malah balas tengik. Setelah aku dan kawan-kawan ikut berbagai acara silaturahmi, banyak perubahan paradigma yang alay terdahulu menjadi lebih rasional seperti sekarang layaknya pemikiran seorang mahasiswa. Yang penting tetap pegang tridarma perguruan tinggi aja.







0 komentar:
Posting Komentar