Kamis, 08 Juli 2021

Malam itu

 Disela jemari menari diatas papan ketik, curahan dari setiap cerita kembali dimulai dengan berbagai permulaan ala gayanya bekerja, yang tidak akan mampu dipahami jika tidak menyaksikan akhirannya. Selalu ada, bahkan setiap detik bekerja terus memberikan cerita versinya. Memulai menghitung namun masih belum tersedia keberuntungannya. Angka atau nilai, bahkan keduanya hampir tampak sama, kian buta merasakan perbedaan dari keduanya.

keberlansungan yang sangat cepat dilalui seolah tidak sengaja terjadi. Malam itu,  sabtu malam yang hebat dan hampir menjadi sejarah baru, tentu sedang tidak berpihak pada dia yang merasakan terbang melayang begitu saja. tatapan nanar tanpa dirasa curiga, kembali melukis cerita yang akhirnya menjadi senja yang indah dikenang namun hanya malam yang beruntung memilikinya.

Bohong jika diceritakan tentang pilu membiru disetiap halaman, faktanya masih berlaku, entah caranya yang manis untuk memulai, atau bahkan pahit sekalipun mampu  untuk diteguk tanpa wajahnya meraut. Dan sialnya, sisa-sisa itu kembali tertuang dalam cerita yang tentu saja tidak untuk diselam hingga palung terdalam, namun mampu kukias dalam kelam.

Bijakku berkata bahwa menanjak bukan cara bertapak di kerendahan yang telak, percaya dan terus mengisah disetiap para bidak tidak mampu lagi mengelak.

0 komentar:

Posting Komentar