Senin, 04 Juni 2018

Sejak Lama Sirna

Saya sudah sejak lama tidak memilikinya, walau seribu nama menamakannya apa, hanya saya yang terlalu fana dipandang mata.

Dari sekian banyak tema, hanya tentangnya yang terus deras mengarungi cerita.

Saya sudah sejak lama tidak memilikinya, namun saya tetap bangga dengan perjuangan saya, mempertahan cerita tidak berakhir segera, layaknya hati keram yang terus menerus tertindih luka, namun demikian kau adalah masih bahagia yang tetap saya singkat kita.
saya sudah sejak lama tidak memilikinya, apalagi bersamanya. mungkinkah doa kan tetap terjawab dari sekedar saya yang tetap mengharapkannya?

Dia, yang indah walau hanya saya yang merasa selalu berbunga bunga, atau saya yang terlalu jauh terlena dan pergi berkelana?

Dan bahkan, dan masih (terus) saat paragraf ini selesai pun saya hanya mampu memberi kau huruf A dan A.
maafkan saya, dari saya AA!

0 komentar:

Posting Komentar