Kebimbangan memang terkadang menjadi mudah menghampiri segala hal yang terpikir hanya sekedar biasa. Namun tidak pada rasa, menerjamahkannya saja tidak cukup sekedar mudah untuk bisa terkelola.
Akhir akhir ini, arah prosa saya seolah terkerucut pada persoalan hati, namun baik untuk diketahui bahwa mengulik definisi dari setiapnya takkan kunjung berujung meski elaborasi tanpa henti.
Memang cukup mudah dibaca bagi mereka yang mempunyai mata, namun sulit terbantah paham jika hanya tidak meresapi makna.
Saya, pria tanpa peka arah dituju untuk meraba, belum benar benar paham sedewasanya harus bagaimana.
Saat ini saya hanya takut akan hal "itu,"
pedahal sudah mencumbu dipalung terdalam sedari dulu, bahkan saat ini saya berfikir bahwa setahun bukan hal tidak mungkin akan tidak lagi satu, namun takut adalah kesia sian yang saya tahu mampu mampu membuat saya tersapu.
jika terus berfikir tentang arah, apakah yakin tidak akan ada lagi pertanyaan dari setiap yang terjatah?
apakah mereka patah? terbantah? atau hanya sekedar melumrah akan rasa yang selalu saya papah?
terkadang berlari untuk dikejar hanya membuat kita akan berfikir sejajar, bahwa sewajarnya kita hanya sekadar mampu menakar, terlebih dari itu sudahlah hanya saya yang mengakar!
Hmmm.. saya sadar, ketika kata demi kata bercerita datar, ini adalah awal tentang cerita kita yg semakin pudar.
bahkan saat disampaikan suka, saya kembali merasa sukar akan was was untuk menderita.
Akhir akhir ini, arah prosa saya seolah terkerucut pada persoalan hati, namun baik untuk diketahui bahwa mengulik definisi dari setiapnya takkan kunjung berujung meski elaborasi tanpa henti.
Memang cukup mudah dibaca bagi mereka yang mempunyai mata, namun sulit terbantah paham jika hanya tidak meresapi makna.
Saya, pria tanpa peka arah dituju untuk meraba, belum benar benar paham sedewasanya harus bagaimana.
Saat ini saya hanya takut akan hal "itu,"
pedahal sudah mencumbu dipalung terdalam sedari dulu, bahkan saat ini saya berfikir bahwa setahun bukan hal tidak mungkin akan tidak lagi satu, namun takut adalah kesia sian yang saya tahu mampu mampu membuat saya tersapu.
jika terus berfikir tentang arah, apakah yakin tidak akan ada lagi pertanyaan dari setiap yang terjatah?
apakah mereka patah? terbantah? atau hanya sekedar melumrah akan rasa yang selalu saya papah?
terkadang berlari untuk dikejar hanya membuat kita akan berfikir sejajar, bahwa sewajarnya kita hanya sekadar mampu menakar, terlebih dari itu sudahlah hanya saya yang mengakar!
Hmmm.. saya sadar, ketika kata demi kata bercerita datar, ini adalah awal tentang cerita kita yg semakin pudar.
bahkan saat disampaikan suka, saya kembali merasa sukar akan was was untuk menderita.






0 komentar:
Posting Komentar