Cupcake, teks singkat yang saya temui setiap membuka sebuah kotak dialog favorit pada media sosial anonim. Februari merupakan awal dari percakapan singkat itu dimulai, tidak menaruh perhatian besar, hanya ketika tiga hari berjalan barulah username cupcake itu berpindah kekotak dialog favorit sebelah. Entah mengapa, meski dialog singkat yang saya lontarkan pada pagi buta, dan balasan tersedia saat senja berakhir menjadi sebuah perasaan nyaman seperti sebuah sihir yang menenggelamkan logika. Tanpa sadar saya sudah terlarut didasar warnanya. Suatu hari, tiba ketika balasan panjang yang berakhir dengan inisiasi untuk memulai dialog pada media sosial resmi dengan alasan lebih mengenal sosok cupcake yang berhasil menyihir sebagian ruang hati ini.
Tidak tahu mengapa, tidak pernah ada dalam dunia nyata, tapi bentuk maya bahkan lebih dari sekedar membentuk rasa. Tidak terasa diawal, tapi segera terbentuk pada prosesnya.
Memang benar, kenyamanan bahkan membuat rasa semakin kental untuk buta akan kenyataan yang ada. Hingga dalam jangka merangkak menuju bulan ke bulan telah dilewati dengan berbagai pembahasan, tidak pernah ada dalam bentuk nyata, tapi setiap deskripsi terbungkus teks yang tersimpan dalam sebuah ruang dialog terbungkus rapi, gelap terang pernah menghujaninya, tapi rasa kami lebih sekedar menghangatkan dan mencairkan dinginnya gelap. Hanya karena secuil cupcake ini hari-hari telah menjadi lebih berarti, bahkan daftar orang berarti secara serta merta bertambah dengan sendirinya. Sastra saya yang tidak ada apa-apanya tidak bakal sanggup mendeskripsikan banyak hal warna-warni dalam secui cupcake. Maka, hal terpenting tetap bersyukur dan cukup keep apa-apa yang baik untuk disimpan! dan pada akhirnya tetap berjalan tanpa henti untuk terus mencari warna-warni dalam secuil Cupcake.
Tidak tahu mengapa, tidak pernah ada dalam dunia nyata, tapi bentuk maya bahkan lebih dari sekedar membentuk rasa. Tidak terasa diawal, tapi segera terbentuk pada prosesnya.
Memang benar, kenyamanan bahkan membuat rasa semakin kental untuk buta akan kenyataan yang ada. Hingga dalam jangka merangkak menuju bulan ke bulan telah dilewati dengan berbagai pembahasan, tidak pernah ada dalam bentuk nyata, tapi setiap deskripsi terbungkus teks yang tersimpan dalam sebuah ruang dialog terbungkus rapi, gelap terang pernah menghujaninya, tapi rasa kami lebih sekedar menghangatkan dan mencairkan dinginnya gelap. Hanya karena secuil cupcake ini hari-hari telah menjadi lebih berarti, bahkan daftar orang berarti secara serta merta bertambah dengan sendirinya. Sastra saya yang tidak ada apa-apanya tidak bakal sanggup mendeskripsikan banyak hal warna-warni dalam secui cupcake. Maka, hal terpenting tetap bersyukur dan cukup keep apa-apa yang baik untuk disimpan! dan pada akhirnya tetap berjalan tanpa henti untuk terus mencari warna-warni dalam secuil Cupcake.






0 komentar:
Posting Komentar