BNA, 22/02/17
Menerka Langit tidak semudah menginjak bumi. Tidak guna bahagia hanya dari sekedara rasa.
Bahagianya hanya menjadi cerita di hati buta. Rana dalam bentuk cinta, tapi sebenarnya duka berwujud bahagia.
Pilu?
Atau Cukup Tersipu?
Berlari?
Atau Tertunduk Mati?
Waktu, tertutupkah jawaban untuk tahu?
Elaborasi tak henti jika tinta tak berujung mati.
Sediakalapun tidak beri ampun meski awal selembut embun.
Pena bertinta emas pun tak seindah lamun ceritamu terlantun.
Berfikir tentang ""kita," tapi hanya buta akan dirinya.
Buta, Beku Tak Tertata Bisu.
Menerka Langit tidak semudah menginjak bumi. Tidak guna bahagia hanya dari sekedara rasa.
Bahagianya hanya menjadi cerita di hati buta. Rana dalam bentuk cinta, tapi sebenarnya duka berwujud bahagia.
Pilu?
Atau Cukup Tersipu?
Berlari?
Atau Tertunduk Mati?
Waktu, tertutupkah jawaban untuk tahu?
Elaborasi tak henti jika tinta tak berujung mati.
Sediakalapun tidak beri ampun meski awal selembut embun.
Pena bertinta emas pun tak seindah lamun ceritamu terlantun.
Berfikir tentang ""kita," tapi hanya buta akan dirinya.
Buta, Beku Tak Tertata Bisu.







0 komentar:
Posting Komentar